fokusinformasi2@gmail.com

Trending Now

⁠Ribuan Siswa PAUD, SD, dan SMP di Kotabaru Terima Bantuan Seragam dan Peralatan Belajar

⁠2.410 Peserta PPPK Paruh Waktu Kotabaru Siap Terima SK Akhir November

⁠Masjid Apung Jadi Tempat Silaturahmi Pensiunan BSI, Bahas Waspada Kejahatan Digital

⁠Angka Stunting Naik, Kotabaru Genjot Evaluasi dan Aksi Konvergensi

Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru menggelar Rapat Koordinasi Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sebagai bentuk komitmen bersama dalam menekan angka stunting. Rakor dilaksanakan di Hotel Grand Surya, Kamis (6/11/2025).

Ketua Pelaksana TPPS Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos., yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Minggu Basuki, M.AP., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar penanganan stunting berjalan lebih terarah dan tepat waktu.

“Tahun depan kami berharap agar kegiatan penanganan ini bisa lebih fokus dan setiap pedoman yang telah diberikan dapat dilaksanakan tepat waktu. Jangan sampai ada yang tertunda, terutama terkait aksi konvergensi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rakor kali ini menitikberatkan pada persiapan kegiatan tahun 2026 dengan melibatkan penyuluh KB, petugas gizi, dan para camat se-Kabupaten Kotabaru. Dalam kesempatan itu ia juga memaparkan data prevalensi stunting yang mengalami kenaikan dari 20,1 persen pada 2024 menjadi 23,2 persen pada 2025.

“Pak Wakil Bupati selaku Ketua TPPS meminta agar dilakukan evaluasi terhadap kegiatan yang belum optimal. Diharapkan pada 2026 angka stunting di Kotabaru bisa kembali turun di bawah 20 persen,” jelas Minggu Basuki.

Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, M. Ardani, S.Sos., M.I.P., mengapresiasi kerja keras Pemkab Kotabaru yang melibatkan berbagai sektor mulai dari Dinas KB, Dinas Kesehatan hingga Bapperida. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting.

“Kolaborasi ini patut diapresiasi karena menunjukkan proses dan komitmen nyata, bukan hanya mengejar hasil,” ungkapnya.

Rakor turut diisi paparan penguatan Kampung Keluarga Berkualitas dari BKKBN, peningkatan kinerja petugas gizi oleh Dinas Kesehatan, evaluasi aksi konvergensi oleh Bapperida, serta penguatan pendampingan keluarga berisiko stunting oleh DPPPAPPKB Kotabaru.

Kegiatan ini dihadiri Forkopimda, Kepala SKPD, Inspektur Kotabaru, anggota TPPS, para camat, petugas gizi puskesmas, serta koordinator penyuluh KB se-Kabupaten Kotabaru, sebagai bentuk komitmen bersama menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Leave the first comment