FokusInformasi.com, Banjarbaru – Sejumlah organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kota Banjarbaru menyatakan sikap menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Banjarbaru pada 19 April 2025. Mereka menegaskan komitmen untuk bersikap netral dan mengawal jalannya demokrasi agar berjalan jujur, adil, serta tidak lagi menciptakan ketidakpastian politik di ibu kota Kalimantan Selatan tersebut.
Sikap itu disampaikan dalam pernyataan bersama antara Badko HMI Kalimantan Selatan, HMI Cabang Banjarbaru, Kopri PMII Banjarbaru, serta GMNI Banjarbaru, usai menggelar diskusi bersama di Banjarbaru. Ketua Badko HMI Kalsel, Abdi Aswadi, menyebut inisiatif ini bertujuan merangkul pemuda agar aktif menyikapi situasi politik secara dewasa dan bertanggung jawab.
“PSU ini semoga membawa kemaslahatan politik bagi Banjarbaru. Sebagai ibu kota provinsi yang masih muda, Banjarbaru butuh kepastian kepemimpinan demi kelanjutan pembangunan,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).
Abdi menegaskan bahwa setiap pihak, baik pendukung pasangan calon maupun kolom kosong, pasti memiliki kepentingan. Oleh karena itu, menurutnya, penting bagi pemuda untuk tetap berada di posisi netral agar mampu mengawal proses demokrasi dengan objektif.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Banjarbaru, Riwut Ikhwan Nusaffa, mengatakan bahwa netralitas menjadi pilihan sikap untuk menjaga keseimbangan dalam dinamika politik yang berkembang. Ia mengajak masyarakat agar menjadi pemilih yang cerdas dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar.
“PSU ini berdampak besar terhadap pembangunan. Dana yang digunakan seharusnya bisa dialihkan ke program yang lebih bermanfaat. Maka dari itu, kami mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya demi mengakhiri ketidakpastian yang merugikan semua pihak,” ujarnya.
Ani Hayati, Ketua Kohati HMI Banjarbaru, juga menekankan pentingnya kesadaran politik di kalangan mahasiswa. Menurutnya, menjadi melek politik bukan sekadar ikut-ikutan tren, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai warga negara yang ingin demokrasi berjalan sesuai aturan.
“Setiap kepentingan pasti ada, baik dari kubu kolom kosong maupun pasangan calon. Tinggal bagaimana kita memilih yang terbaik dan berpihak pada masyarakat,” ujarnya.
Dari Kopri PMII Banjarbaru, Noor Zaidah Demis menambahkan bahwa pemuda harus tegak lurus pada nilai kebenaran. Ia berharap PSU kali ini bebas dari kecacatan dan menjadi pemicu pembangunan yang maksimal.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi. Apa pun hasil PSU nanti, itulah pilihan rakyat Banjarbaru,” katanya.
Senada dengan itu, perwakilan GMNI Banjarbaru, Widya, juga menegaskan posisi netral organisasinya dalam menyikapi PSU. Ia menolak terjadinya PSU berulang karena hanya akan menghambat pembangunan dan menguras sumber daya.
“Sebagai pemuda, kami berkomitmen mengawal hak pilih masyarakat dan memastikan proses PSU berjalan jujur, adil, dan transparan,” tutupnya.
Seluruh elemen pemuda Banjarbaru yang terlibat berharap pelaksanaan PSU berjalan damai dan menjadi titik awal baru bagi pembangunan yang lebih baik dan berpihak pada kepentingan masyarakat.




