FokusInformasi.com, Surabaya – Forum Lingkungan Hidup APEKSI 2025 resmi digelar di Surabaya dengan mengangkat tema besar “Indonesia Darurat Sampah dan Bagaimana Strategi Penanganannya?”. Forum ini menjadi wadah pertemuan para wali kota, kepala dinas lingkungan hidup, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait untuk membahas solusi konkret atas persoalan sampah yang semakin mendesak di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah. Dari total 56,63 juta ton timbulan sampah pada tahun 2023, hanya 39,01 persen atau sekitar 22 juta ton yang berhasil dikelola dengan baik.
Lebih dari 343 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia masih menerapkan sistem open dumping, yang tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat dan ekosistem. Menteri Hanif mengingatkan bahwa masalah sampah tidak bisa ditunda lagi karena setiap hari jumlah sampah terus meningkat.
Menteri Hanif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, dalam menangani persoalan sampah secara menyeluruh. Upaya penanganan harus dilakukan dari hulu ke hilir, dimulai dari edukasi pemilahan sampah di rumah tangga, memperkuat infrastruktur pengolahan seperti TPS 3R dan bank sampah, hingga memastikan TPA dikelola dengan sistem yang aman dan berkelanjutan.
Target besar yang telah ditetapkan adalah pada tahun 2045 seluruh rumah tangga di Indonesia harus memperoleh layanan pengumpulan sampah yang optimal, dan hanya 10 persen sampah yang boleh masuk ke landfill. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar APEKSI, yang menaungi 98 kota se-Indonesia, dapat menjadi motor penggerak perubahan nyata, bukan sekadar ajang diskusi, melainkan lompatan awal menuju aksi nyata di lapangan.
“Jika setiap daerah berani berbenah dan berinovasi, Indonesia dapat keluar dari kondisi darurat sampah. Mari bergerak bersama untuk bumi yang lebih bersih dan sehat,” tutup Menteri Hanif.




